5.9.10

Makanan dalam perayaan melihat bulan

Selama berabad-abad, bulan telah menjadi hal mistis di Jepang dan sering muncul dalam puisi. "Tsukimi" diartikan juga melihat bulan, adalah suatu praktik menghargai bulan purnama di musim gugur yang sudah dimulai lebih dari 1.000 tahun yang lalu selama periode Heian (794-1192).

Saat musim gugur ketika langit jelas dan di luar suhu tidak terlalu dingin, adalah musim yang sempurna untuk melihat bulan. Bulan purnama indah yang dapat terlihat di sekitar waktu ini dikenal sebagai "meigetsu no chushu". Ini terjadi pada malam lima belas bulan kedelapan pada kalender lunar tua, yang dalam istilah sekarang adalah pada bulan September. Pada saat ini, orang akan mendirikan mezbah di tempat di mana mereka dapat melihat bulan. Mereka menghias altarnya dengan rumput perak dan tempat untuk kue dan sake. Lalu mereka menikmati pemandangan bulan purnama yang menyala terang.

Praktek melihat bulan awalnya berasal dari Cina, yang kemudian dikembangkan dengan caranya sendiri di Jepang, di mana dirayakan juga pada malam ketiga belas dalam bulan kesembilan dalam kalender lunar.

Taketori Monogatari merupakan cerita rakyat Jepang tertua yang menceritakan seorang putri yang datang dari bulan. Ada juga makanan yang dibuat karna bulan seperti kue beras, dan beberapa makanan Jepang yang menggunakan telur, seperti "udon" (mie tepung) dengan sup panas yang atasnya memakai telur mentah, ada juga kue mochi. Bulan merupakan bagian dari kehidupan anak-anak di Jepang.

Tsukimi