Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

9.9.10

Puisi Karya Komachi

Ono no Komachi

kokoro kara
ukitaru Fune ni
norisomete
FitoFi mo nami ni
nurenu Fi zo naki

Upon my breast
Floats a boat of heartbreak
And I have just embarked;
There's not a single day when waves
Do not soak my sleeves.

―――

Ono no Komachi

ama no sumu
ura kogu Fune no
kadi wo nami
yo wo umi wataru
ware zo kanasiki

The fisherfolk live
Within the bay, rowing boats;
Without oars
They are all at sea-how cruel the world
Where I am sunk in sadness.
――

8.9.10

Ono no Komachi

Sama seperti Ariwara no Narihira, Ono no Komachi seorang legenda yang telah hilang cahaya sejarahnya. Puisinya dibuat selama periode 833-857, dan ia tampaknya telah terlibat dalam pertukaran kata-kata puitis dengan orang-orang sezamannya seperti Fun'ya no Yasuhide dan Ôshikôchi no Mitsune.

Menurut legenda, dia mengakhiri hari-harinya dalam kemiskinan, namun fakta yang benar tidak pernah diketahui. Komachi mungkin yang paling awal dan terbaik dari contoh seorang penyair wanita yang penuh gairah dalam kanon Jepang. Dia juga mungkin pengguna kakekotoba paling ahli diwaktu itu dan penulis beberapa puisi yang paling kuat yang dapat diakses di kanon.
―――

21.8.09

WAKA (puisi Jepang)

Waka sudah ada sejak zaman Asuka dan Nara (akhir abad ke6 - abad ke8), penyair waka disebut Kajin.

 Dalam pengertian sempit waka sering hanya berarti tanka yg secara keseluruhan terdiri dari 31 suku kata (aksara). Oleh karena itu, waka juga disebut misohitomoji (31 aksara).

 Dalam mitologi Jepang Susanoo dipercaya sebagai penyair waka yang pertama. Waka ini dikenal dengan judul Yakumo, karena diawali dengan kata yakumo, isinya memuji keindahan alam di prov. Izumo.



Jenis-jenis waka



■ Katauta (sajak setengah)

 Terdiri dari 3 baris dengan pola mora 5-7-7, merupakan setengah bagian dari puisi dua bagian yang disebut sedoka.



■ Sedoka

 Bentuk puisi dua bagian dengan pola mora 5-7-7 dan 5-7-7, atau 2 bagian katauta. Sebagian isinya mengenai tanya jawab.



■ Choka

 Bentuk puisi dengan pola mora 5-7, 5-7, 5-7, ....... dan 7 (bagian 5-7 diulang lebih dari 3 x dan ditutup dengan 7 mora).



■ Tanka

 Bentuk puisi dengan pola mora 5-7-5-7-7. Di kemudian hari tanka dibagi menjadi 2 bagian 5-7-5 dan 7-7. Dan terciptalan renga dan haikai.



■ Bussokusekika

 Berpola 5-7, 5-7, 7-7



■ Imayo

 Berpola 7-5, 7-5, 7-5, 7-5, berasal dari pertengahan zaman Heian.



■ Linku (dodoitsu)

 Berpola 7-7, 7-5. Berasal dari zaman Edo dan banyak digunakan sebagai lirik minyo. Di dalam puisi ini juga sering dimasukan ungkapan kegembiraan.

―――